HS, ADIK PASHA UNGU DITAHAN BNN

Helmy Y. Said, adik kandung dari Pasha “Ungu” (Plt. Wali Kota Palu) diamankan di BNN Sulawesi Tengah karena kasus sabu pada tanggal 7 Oktober 2020.

Sebelum di tangkap, Helmy sempat kabur bersama empat rekannya saat sergap di Tatanga, Palu. Setelah berhasil ditangkap, petugas menemukan 7 ATM, 7 ponsel beserta 15 paket sabu lengkap dengan alat isapnya. Pasha sendiri belum memberikan tanggapan terkait tertangkapnya adik kandungnya dalam kasus sabu ini.

Helmy Said salah satu dari tiga orang yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tengah dalam kasus sabu ini. Helmy ternyata memang telah masuk dalam target operasi (TO) BNN Sulawesi Utara (Sulut).

Helmy yang disebut-sebut sebagai adik dari Pasha Ungu (Plt Wali Kota Palu) itu bersama dua rekannya hingga beritaini di lansir, masih ditahan BNN. Kamis malam (8/10/20), Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Sugeng Suprijanto di Palu, mengatakan bahwa ketiga pelaku tersebut ditangkap di wilayah Tatanga yang memang sudah dikenal sebagai kampung narkoba di Kota Palu.

Saat ini ketiga tersangka sedang ditahan di rumah tahanan BNN Sulawesi Tengah untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan kasus tersebut.

Brigjen Pol Sugeng Suprijanto menegaskan bahwa penyelidikan kasus narkoba di wilayah Sulawesi Tengah terus dilakukan oleh pihaknya guna menekan penyebaran barang haram ini, pasalnya karena Sulawesi Tengah berada pada peringkat keempat dari pengguna narkoba di seluruh Indonesia. Itulah sebabnya mengapa BNN Provinsi Sulawesi Tengah sangat mengharapkan bantuan masyarakat dalam menguak semua kasus narkoba.

Saat ini penanganan kasus HS masih dalam tahap pendalaman terkait keterkaitannya dengan kasus yang melibatkan orang dari luar Sulawesi Tengah. “Kami masih melakukan pendalaman dan ketiganya masih status saksi mungkin Senin atau Selasa ke depan, nanti kita lihat statusnya apakah bisa kita menjadi tersangka atau tidak.

Namun yang jelas mereka positif menggunakan secara bersama-sama,” ujar Kabid Brantas BNNP Sulteng, AKBP Baharuddin.

AKBP Baharuddin juga menambahkan pihaknya masih mendalami kepemilikan barang bukti yang ada sebab ketiga pelaku tidak mengakui kepemilikan dari barang bukti tersebut. Selain ketiga orang yang telah ditangkap, juga terdapat tiga tersangka lainnya yang sampai berita ini di lansir masih dalam kondisi buron.

Lebih lanjut, Baharuddin juga merincikan barang bukti yang diamankan dalam pengungkapan kasus ini, yakni 15 paket plastik bening berisi narkoba, satu buah bong, dua kaca pipet dan satu masih ada sisa narkoba, satu korek api, satu pak plastik kosong, dan sejumlah ATM BCA, BRI dan BNI.

Selain barang bukti di atas, pihak berwenang juga menyita satu unit HP Oppo, satu HP Iphone 11, satu HP Reno 4, satu kunci mobil Honda, sat utas selempang berwarna biru coklat dan uang tunai sebesar Rp5.500.000. “Pelaku yang diamankan satu laki-laki dan dua perempuan, sementara yang masih kita cari dua laki-laki dan satu perempuan. Jadi saat penggerebekan kamar home stay itu ada tiga pasang laki-laki dan perempuan,” ujarnya.

Berita ini diperoleh dari media online berita Sulawesi Tengah.

Author Image
brajakelono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *