FABIO QUARTARARO KEMBALI SETELAH MELAWAN COVID-19

Setelah berhasil melawan Covid-19 pada musim dingin lalu, Pembalap MotoGP asal Prancis, Fabio Quartararo kembali tampil ke depan publik secara resmi sebagai rider pabrikan Yamaha dalam acara peluncuran tim.

Pertanyaan pertama untuk pria Prancis ini tentu saja tentang kesehatannya setelah berhasil melawan Covid-19. Pemain berusia 21 tahun itu mengaku sedikit menurunkan kewaspadaannya begitu musim MotoGP berakhir pada November.

Dari Jerez sampai Portimao, Quartararo selalu menerapkan protokol anti penyebaran Virus Corona dengan ketat. “Saya selalu berada di rumah dengan kelompok yang sangat kecil. Tetapi setelah Portimao Anda tidak memiliki refleks yang sama lagi, katakanlah.

Anda tidak membersihkan tangan sebanyak yang Anda lakukan selama kejuaraan, Anda melepas masker sedikit terlalu sering dan saya terkena Covid.” Kata Quartararo. Lebih lanjut Quartararo mengatakan, “Saya menjadi sangat parah dan juga butuh setidaknya satu bulan untuk kembali ke 100%. Jadi saya sedikit khawatir, tetapi akhirnya saya senang karena saya telah mencapai level yang sangat bagus dan merasa sangat baik.”

Setelah melewati rintangan Covid-19, Quartararo sekarang memiliki waktu lebih dari dua minggu sebelum melakukan debut lintasannya untuk tim Yamaha dalam tes pembuka GP 2021 di Qatar. Quartararo mendapatkan promosinya ke tim Yamaha setelah Quartararo menghabiskan dua tahun yang luar biasa bersama Tim Petronas Yamaha.

Selama menjadi bagian Tim Petronas Yamaha, Quartararo berhasil meraih tujuh podium pada musim rookie-nya di tahun 2019 hingga sempat menjadi pemimpin klasemen MotoGP 2020.

Tapi saat kejuaraan mendekati klimaksnya, posisi Quartararo menukik turun dengan pesat dari posisi pertama menjadi posisi kedelapan dalam klasemen. Hal ini sangat kontras dengan konsistensi rekan setimnya, Franco Morbidelli, yang naik ke posisi kedua di belakang Joan Mir pada klasemen akhir MotoGP.

Quartararo mengatakan, “Tahun lalu terasa sulit sebab pertama-tama kami memiliki beberapa masalah dengan motor seperti yang diketahui semua orang, tetapi juga untuk saya sendiri, karena pada 2019 semuanya berjalan sempurna dan 2020 juga dimulai dengan sempurna tetapi kemudian masalah besar timbul tenggelam.”

Si #20, begitu julukan Quartararo, tidak sendirian menderita penurunan posisi di akhir musim. Maverick Vinales dan Valentino Rossi juga gagal meraih podium dalam lima balapan terakhir, tetapi dengan melihat ke belakang, Quartararo yakin dia bisa menanganinya secara berbeda.

“Pada akhir tahun kami tidak pernah memiliki motor spesifikasi pabrik di P1 atau P2 dan yang lainnya turun ke P10 atau P11. Kami semua turun, atau semua naik,” ujarnya. “Tapi ketika Anda berjuang untuk podium dan kemenangan dan Anda sedang berada di P10, Anda menginginkan lebih, Anda marah pada diri sendiri dan kemudian Anda berbuat semakin buruk.”

Author Image
brajakelono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *