APOTEK ONLINE 24, SIAP MELAYANI KEBUTUHAN OBAT KAPAN SAJA

Di era internet sekarang ini, masyarakat mulai mengganti kebiasaannya yang dulunya dilakukan secara offline menjadi online. Apa lagi sejak pandemi corona terlacak di Indonesia, hampir semua kegiatan luar ruangan dilakukan secara online, baik dalam hal pekerjaan, belajar, ibadah dan juga berbelanja.

Belanja online memang telah cukup lama populer di kalangan masyarakat Indonesia, termasuk juga dengan apotek online.

Sesuai dengan namanya, apotek online adalah tempat bagi orang-orang untuk membeli obat-obatan, vitamin dan berbagai produk kesehatan lainnya secara online. Sebenarnya inovasi apotek online telah cukup lama berada di Indonesia.

Namun sejak virus covid-19 menyebar di Indonesia, kebanyakan orang merasa khawatir untuk mengunjungi fasilitas-fasilitas kesehatan, termasuk apotek sekalipun, karena khawatir akan potensi penyebaran virus covid-19. Itulah sebabnya kepopuleran apotek online semakin meningkat saat ini. Belum lagi jenis apotek yang satu ini memiliki banyak kelebihan.

Salah satu kelebihan utama dari apotek online adalah buka 24 jam. Ya, apotek online 24 jam. Berbada dengan apotek konvensional yang memiliki jam buka tutup.

Apotek online buka 24 jam, sehingga jika anda tidak memiliki waktu karena terlalu sibuk bekerja seharian, anda dapat melakukan pemesanan kapanpun di manapun anda memiliki kesempatan.

Tentu saja layaknya apotek konvensional, sebagai tempat yang menjual obat yang berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat, apotek online juga diatur oleh pemerintah.

Dalam peraturan nomor 8 tahun 2020 tentang Pengawasan Obat dan Makanan secara Daring, pemerintah mengatur siapa saja yang boleh melaksanakan jasa apotek online, apa saja yang boleh dijual di apotek online dan juga sistem dari apotek online tersebut.

Produk-produk apotek online yang di atur dalam Peraturan BPOM ini meliputi Obat, Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, Kosmetika, dan Pangan Olahan. Layaknya aturan lainnya, sanksi administratif akan diberlakukan bagi pelaku usaha, Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF), dan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan oleh BPOM ini.

Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) adalah badan hukum yang menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan Sistem Elektronik untuk keperluan dirinya dan/atau keperluan pihak lain sedangkan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) adalah setiap orang, penyelenggara negara, badan usaha, dan masyarakat yang menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan Sistem Elektronik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama kepada pengguna Sistem Elektronik untuk keperluan dirinya dan/atau keperluan pihak lain.

Dalam pasal 7 peraturan nomor 8 tahun 2020 tentang Pengawasan Obat dan Makanan secara Daring, dituliskan bahwa obat-obatan yang boleh dijualm oleh potek online adalah obat-obatan yang masuk dalam kategori obat bebas, obat bebas terbatas dan obat keras. Dalam pasal 8 dituliskan bahwa obat keras adalah obat yang hanya dapat diperoleh dengan menggunakan resep dokter. Karena apotek online bersifat online maka resep dokter ini juga harus ditulis secara elektronik.

Author Image
brajakelono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *