KONDISI COVID-19 DI AMBON

Wendy Pelupessy selaku Kepala Dinas Kesehatan kota Ambon menyatakan bahwa jumlah warga Kota Ambon yang telah menerima vaksinasi COVID-19 telah mencapai 81.859 orang. “Kita bersyukur warga kota Ambon antusias menjalani vaksinasi COVID-19, sehingga capaian terus meningkat mencapai 81.859 orang,” Ungkap Wendy pada hari Rabu (14 Juli 2021).

Meningkatnya kesadaran warga Ambon akan bahaya virus Corona ini akan terus meningkatkan capaian penerima vaksin, khususnya bagi kelompok lansia.

Diketahui, bahwa hingga tanggal 14 Juli 2021, jumlah lansia yang telah menerima vaksin covid-19 telah mencapai 10.197 orang. Diharapkan jumlah penerima vaksin ini akan semakin meningkat dengan pesat kedepannya.

Peranan perangkat Desa, Negeri, maupun Kelurahan, bahkan RT/RW dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin sangatlah penting, utamanya bagi mereka yang merupakan ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya virus covid-19 ini mungkin juga tidak lepas dari semakin meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 yang bahkan menyebabkan Rumah Sakit Lapangan untuk perawatan pasien juga menjadi penuh.

Joy Adriaansz selaku Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid19 Kota Ambon menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, telah menambah satu lagi RS lapangan untuk menampung pasien Covid-19. Hal ini dilakukan karena tiga RS lapangan yang disediakan sebelumnya telah penuh. “Sampai saat ini kita sudah punya tiga RS lapangan, yakni dua hotel dan satu guest house, dengan daya tampung keseluruhan 230 pasien, namun sudah penuh.

Sehingga Pemkot tambahkan satu lagi RS lapangan yaitu di Asrama LPMP dengan kapasitas 119 pasien,” kata Joy. Jadi meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menerima vaksinasi tentunya akan sangat mendukung program pemerintah dan juga membantu para tenaga kesehatan (nakes) dalam usahanya mengendalikan pandemi.

Tidak hanya memberi dampak yang besar dalam bidang kesehatan, penyebaran virus covid-19 ini juga membawa dampak yang sangat besar dalam bidang pelayanan publik. Birokrasi baru diciptakan untuk mengoptimalkan pelaksanaan administrasi dalam pelayanan publik di masa pandemi, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses setiap layanan publik dan tetap aman dari virus.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 ini membuat berbagai jenis bidang pelayanan publik menjadi terganggu. Disatu sisi masyarakat tetap memiliki hak untuk terus mendapatkan layanan, tetapi di sisi lain, aktivitas perkantoran dapat menambah angka penyebaran virus yang sudah tinggi saat ini.

Andap selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menegaskan bahwa dalam kondisi apapun, pelayanan publik dalam prinsip good governance tidak boleh berhenti.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, layanan birokrasi digital merupakan sebuah solusi untuk mengoptimalkan pelayanan publik. Andap memaparkan bahwa kita harus waspada terkait semakin meningkatnya penyebaran virus Covid-19, tetapi kita juga memiliki kewajiban untuk memenuhi hak masyarakat yaitu hak dilayani oleh negara. – Berita Ambon

Author Image
brajakelono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *