Daya Tarik Malaysia Sebagai Negara Tujuan Wisata Medis

Industri pariwisata telah diidentifikasi sebagai salah satu sektor untuk meningkatkan pembangunan ekonomi. Di antara produk pariwisata yang populer, pariwisata medis dianggap sebagai pendorong yang signifikan untuk meningkatkan pariwisata, terutama di Malaysia.

Wisata medis di Malaysia terutama melibatkan perusahaan medis swasta. Rentang perawatan medis mereka termasuk perawatan gigi, bedah kosmetik, operasi elektif dan perawatan kesuburan. Wisata medis di Malaysia telah diakui sebagai tujuan wisata medis yang menarik dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Daya tarik ini disebabkan oleh ketersediaan tenaga medis yang terlatih, fasilitas berkualitas tinggi, informasi dan perawatan yang dapat diakses, serta bantuan dan dukungan dari lembaga dan asosiasi pemerintah.

Berdasarkan literatur, upaya untuk mempromosikan industri pariwisata medis difokuskan pada lima bidang. Ini adalah:

  • mengidentifikasi negara atau pasar yang sesuai;
  • memberikan insentif pajak kepada layanan kesehatan swasta untuk mengembangkan fasilitas dan keahlian medis;
  • merancang paket biaya;
  • prinsip akreditasi dan
  • merancang strategi periklanan.

Selain itu, strategi periklanan terutama mempromosikan Malaysia sebagai tujuan medis ‘nilai untuk uang’ dan pesaing regional yang kuat, terutama untuk bersaing dengan Singapura dan Thailand. Upaya lainnya antara lain percepatan dan penyederhanaan prosedur keimigrasian bagi pasien internasional dan kemudahan proses perpanjangan visa.

Rumah sakit swasta terpilih diberikan insentif pajak untuk promosi wisata medis, termasuk Tunjangan Bangunan Industri untuk membangun rumah sakit, pembelian peralatan medis, pelatihan staf dan promosi layanan.

Berbagai lembaga seperti Kementerian Kesehatan (MOH) Malaysia, Pariwisata Malaysia, Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional, Departemen Imigrasi, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Malaysia (APHM) dan Asosiasi Agen Perjalanan dan Perjalanan Malaysia ( MATTA) terlibat dalam pengembangan rencana strategis yang melibatkan kemitraan publik-swasta.

Mempromosikan wisata medis di Malaysia dilakukan untuk memperkenalkan Malaysia sebagai pusat keunggulan medis. APHM terutama mengasumsikan payung profesional untuk mempromosikan dan membantu kerjasama antara Depkes dan rumah sakit swasta.

Hasilnya, National Heart Institute (IJN) telah diakui sebagai lembaga jantung paling terkemuka di kawasan Asia, khususnya dalam bedah kardio dan perawatan serta prosedur kardiotoraks pediatrik.

Selain itu, upaya kolaboratif antara pemerintah Malaysia, asosiasi perjalanan dan sektor swasta menarik wisatawan medis intra-regional dari negara-negara tetangga. Akibatnya, signifikansi ekonomi pariwisata medis di pasar Malaysia tumbuh.

Hampir 60% hingga 70% pasien inbound yang berkunjung ke Malaysia berasal dari Indonesia, disusul negara-negara lain di Timur Tengah, India, China, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Inggris. Chief Officer Divisi Komersial Malaysian Healthcare Travel Council (MHTC), Nik Yazmin Nik Azman, menyatakan bahwa lebih dari 670.000 warga negara Indonesia pergi ke Malaysia untuk perawatan medis dan perhotelan pada tahun 2018.. Angka ini menunjukkan peningkatan 11% dibandingkan tahun sebelumnya.. Diperkirakan sekitar 40% hingga 70% pasien Indonesia berasal dari wilayah Sumatera dan Tengah.

Studi Klijs et al. menunjukkan bahwa sebagian besar pasien internasional di Malaysia adalah pelancong medis intra-regional. Tren seperti itu mendorong negara-negara tetangga seperti Singapura dan Thailand untuk mempromosikan wisata medis—terutama karena manfaat ekonomi yang dirasakan dari sektor ini.

Khususnya, orang Indonesia lebih suka bepergian ke Malaysia untuk perawatan jantung. Namun, alasan memilih Malaysia sebagai tujuan medis mereka tidak diselidiki secara holistik. Hampir tiga perempat pasien asing di Malaysia berasal dari Indonesia, terutama dari kalangan medis berpenghasilan menengah ke atas di Indonesia.

Wisatawan medis Indonesia menunjukkan beragam faktor motivasi dalam keputusan mereka mengenai tujuan perawatan. Misalnya, orang Indonesia yang berobat di Semenanjung Malaysia berasal dari eselon yang lebih kaya yang lebih mementingkan standar perawatan daripada biaya perawatan.

Namun, turis medis Indonesia yang mencari perawatan di Malaysia lebih sadar biaya karena beberapa pasien dan keluarganya memilih transportasi darat dan tinggal di akomodasi beranggaran rendah, rumah sewaan atau wisma pribadi, atau di rumah keluarga dan teman. Jadi sangat penting bagi anda untuk mempelajari bagaimana cara berobat ke Malaysia untuk membantu anda berhemat.

Sebuah studi yang dilakukan di antara orang Indonesia dari Kalimantan yang melakukan perjalanan ke Kalimantan Malaysia untuk perawatan medis menyimpulkan bahwa turis medis mencari perawatan di luar negara mereka karena kualitas perawatan yang buruk, diagnosa medis yang tidak akurat, frustrasi dengan administrator rumah sakit, dan peralatan khusus yang terbatas dan ketinggalan jama.

Author Image
brajakelono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *